English|Arabic|Chinese

26 Sep 2021
Membership
KADIN Gallery
F A Q
Contact
KADIN DKI JAKARTA
Upload KTA | Member Registration Member Registraation
KADIN DKI JAKARTA Member registration

 
English|Arabic|Chinese
Upload KTA
        +62213808091, 3844533
kadinjakarta kadinjakarta kadinjakarta kadinjakarta



Terus Alami Kenaikan di Dunia, Kemendag Apresiasi Komitmen Pelaku Usaha Kedelai Jaga Stabilitas Harga Tahu dan Tempe - 20 Mei 2021


Direktur  Jenderal  Perdagangan  Dalam  Negeri  Oke  Nurwan  mengapresiasi dukungan  importir  dalam  menjaga  stabilitas  harga  kedelai  impor  di  tingkat  pengrajin  tahu  dan  tempe. Pada puasa dan Lebaran tahun ini, harga kedelai tetap stabil, tidak melebihi Rp10.000/kg sehingga harga tahu tetap terjaga  di kisaran Rp650/potong dan tempe Rp16.000/kg di tingkat pengrajin.

"Kami menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya  atas  komitmen  dan  dukungan  pelaku  usaha  kedelai dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pada puasa dan Lebaran 2021,"ujar Oke. Berdasarkan  tren  harga  yang  dikutip  dari  Chicago  Board  of  Trade  (CBOT),  harga  kedelai  dunia  masih mengalami   kenaikan.   Pada   pertengahan   Mei   2021,   harga   kedelai   dunia   berada   di   kisaran   USD 15,86/bushels  (Rp10.084/kg  harga  akhir),  naik  sekitar  11,2  persen  dibanding  April  2021  yang  tercatat sebesar USD 14,26/bushels (Rp9.203/kg harga akhir).

"Meskipun demikian,kami  menjamin  stok  kedelai  saat  ini  masih  mencukupi  untuk  kebutuhan  industri pengrajin tahu dan tempe nasional,"kata Oke.

Memperhatikan harga kedelai dunia yang terus alami kenaikan tersebut, Oke memaklumi harga kedelai di tingkat pengrajin tahu dan tempe akan mulai bergerak naik pada kisaran Rp10.500/kg dan berpotensi mengerek harga tahu dan tempe di tingkat pengrajin."Akan terjadi penyesuaian harga kedelai impor di tingkat pengrajin tahu dan tempe dikarenakan komoditas  kedelai  asal  Amerika  Serikat  ini  belum  memasuki  masa  panen.  Selain  itu  juga  ditengarai permintaan  kedelai  dari  negara  lain  seperti  Tiongkok  sebesar  7,5  juta  ton  pada  April    2021  yang berdampak pada tingginya harga kedelai dunia sampai dengan saat ini," jelas Oke.

Kemendag,  lanjut  Oke,  secara  periodik  terus  memantau  dan  mengevaluasi  pergerakan  harga  kedelai dunia, baik ketika terjadi penurunan ataupun kenaikan harga. Hal ini bertujuan untuk memastikan harga kedelai di tingkat pengrajin dan di tingkat pasar tahu dan tempe berada di tingkat wajar.

Oke  mengimbau  kepada  para  importir  agar  memastikan  dan  menyalurkan  stok  kedelai  secara  rutin kepada seluruh pengrajin tahu dan tempe, termasuk anggota Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo),  baik  di Puskopti  Provinsi  maupun  Kopti  Kabupaten/Kota  seluruh  Indonesia  dengan  tetap memperhatikan  harga  kedelai  yang  terjangkau.  Selain  itu,  importir  diimbau  untuk  memotong  rantai distribusi dengan menyalurkan langsung kepada industri pengrajin, khususnya di daerah kota/kabupaten yang  dekat  dengan  lokasi  gudang  importir  atau  distributornya  guna  mendapatkan  harga  terjangkau  di tingkat pengrajin.

"Produksi tahu dan tempe harus terus berjalan meskipun terjadi peningkatan harga kedelai dunia sehingga masyarakat masihtetap mendapatkan tahu dan tempe sebagai sumber protein dengan harga terjangkau," pungkas Oke.


Sumber :
Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Perdagangan



Offilne